Perjalanan pada bulan ramadhan,
Senin (28/5/2018) kali ini cukup memilin hati. Saat menyambangi rumah mbak Sarminah (31) cukup membuat hati tersayat-sayat.
Rumah papan di Dusun Kalongan Rt 10 Rw 6 Ds Jatimulyo, Tambakrejo, Bojonegoro
itu lumayan menjorok di pedalaman dengan akses jalan paving berkelok.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Kami disambut mbak Minah, panggilan akrabnya, dengan tergopoh, gugup dan kebingungan sambil menggendong si kecil. Tri Yoga Putra Setiawan (3,5) yg barusan dimandikan.
Rumah berlantai paving dan berdebu itu hari-hari menjadi saksi ketegaran mbak Minah yang diuji dengan keberadaan dua anaknya yang lumpuh sejak balita. Anak kedua menderita Lobus Frontalis (otak kiri masih minim perkembangan).
Sambil mengerjap2kan mata berusaha untuk mengenali kami. Pandangan matanya yg -2 dan -3 otomatis sangat terganggu bila tak dibantu memakai kaca mata. "Maaf pak...rumahnya jelek berantakan..", mbak Minah berujar lirih dan serasa tercekat di kerongkongan, sambil mempersilahkan kami duduk.Rasa haru mulai menyeruak didada melihat si kecil tergolek, tanpa ekspresi dan kemampuan menggerakkan anggota tubuhnya. Terlebih ketika mbak Minah membopong keluar anaknya yg pertama, Arif Rahmadi Dermawan (11) dan diletakkan dilantai yg beralaskan plastik lusuh.
Gerimis hati ini kian deras dan serasa tak terbendung menyentak dada
ketika anak pertama Arif Rahmadi dibaringkan disamping adiknya, ya....seperti tak percaya dengan pemandangan di depan mata....keduanya lumpuh.
Sang kakak tangan dan kakinya kaku/kejang, tatapan matanya kosong. Sesekali bergumam tak jelas. Kelumpuhannya bermula ketika umur 3 bulan suhu badannya mengalami panas tinggi dan step, dan berlanjut hingga kondisi seperti sekarang.
Mbak Minah...wanita yang luar biasa..deraan kesulitan hidup yg tanpa jeda tak lantas membuatnya gampang mengeluh, karena ia merasa bahwa sikap itu tak akan menyelesaikan masalah. Meski tak bisa dipungkiri, terkadang pada malam sepi ditengah kedua anaknya yg tergolek lemas, ia tersungkur... tangis seorang ibu tertumpah ruah berhimpit dengan lelahnya arungi keras dan cadasnya alur kehidupan yg membentang sepanjang harinya. Entah...sampai kapan....
Ia berbuat dan bekerja apa saja semampunya sambil terus berdo'a dan berharap hadirnya keajaiban pada nasib anak2 nya. Kesibukan rutin harian memandikan, menyuapi, menghibur, menggendongnya bergantian ketika rewel, ia jalani dengan terus menegarkan hatinya.
Disela merawat kedua anaknya, ia ekstra mengatur waktu menyisir peluang rizki dg membuat jajanan. "Saya baru bisa titip jualan gorengan, kalau anak2 sdh mandi dan makan", tuturnya sembari menyuapi anak pertama. Sementara telah dua tahun suaminya memutuskan berpisah karena faktor kondisi kedua anaknya yg lumpuh tsb. Ia kini hanya ditemani Sawi, bapak kandung yg selalu setia menemani kedua cucunya disaat ditinggal ibunya menitipkan jajanan di warung2, atau mencari barang rosokan untuk dijual agar bisa buat menyambung hidup.
Baru sesendok
nasi putih dan kecap bisa disuapkan, tetiba tangan si anak kejang mengenai piring,
dan....nasi itu tumpah diatas alas plastik. Allahu Robbi....dengan lembut
tangan mbak Minah mengatur posisi Arif, kemudian mengais kembali tumpahan nasi
itu. Sungguh mengiris hati.
Keinginan untuk menempuh upaya pengobatan sebatas di angan. Penghasilan yang tak menentu, membuat ekonomi keluarganya bak dibibir jurang. Gali lubang tutup lubang untuk memenuhi kebutuhan sehari2. Iuran air bersih untuk keperluan rumah saja nunggak 6 bulan. Sedangkan hutang untuk biaya kelahiran putra keduanya 3,5 thn yg lalu hingga kini belum mampu melunasi, hanya mampu membayar bunganya sebesar 35ribu tiap bulannya. Berharap bantuan dari bapaknya pun juga berat, karena cuma menggantungkan hasil sawah tadah hujan sepetak yg hasilnya jg tak menentu.
Begitulah potret keseharian keluarga bersahaja yg tengah dirundung nestapa. Semoga pada momen Ramadhan ini ada yg terketuk pintu hatinya untuk turut meringankan beban mbak Minah sekeluarga melalui :
Yayasan Mutiara Insani Bojonegoro (Yasmiro) SK Menkumham RI Nomor AHU-0039312.AH.01.04 Thn 2016.Silahkan jika berkenan untuk berpartisipasi.Transfer ke : *a.n. SULASTRI BRI Unit Ngasem No rek. 6190-01-001685-53-9*
Jika sudah mentransfer donasi/sedekah/infaq, silahkan konfirmasi ke no berikut *082 299 706 440* dengan menyebutkan jumlah nominal donasi dan peruntukan donasi Anda.
contoh :
Alya#Tangerang#2.500.000#JandaDhuafa
Terima Kasih atas perhatian dan partisipasi amal shalih Anda, semoga mendatangkan berkah dan Allah melipatgandakan pahala untuk Anda.Terimakasih.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar