Jumat, 29 Agustus 2014

Menghadapi Dominasi Tiongkok pada Pasar Bebas AFTA 2015


Industri textile adalah industri pertama yg akan gulung kain (gulung tikar). Industri yg padat modal dan padat karya ini tdk akan sanggup menghadapi China. China memiliki bahan baku dan teknologi paling maju di dunia. China benar2 telah berhasil mengembangkan electrospinning dan forcespinning. Benang yg dihasilkan sdh berukuran nano sehingga parameter kualitas kain seperti Kekuatan, kelembutan, kecerahan warna meningkat puluhan kali lipat. Dengan alat yg sama, china berhasil mengurangi ketergantungan terhadap catoon. China juga telah berhasil membuat kain yg 5x lebih baik dati sutra alam dari bahan soy protein nanofiber. Sdh ada kontrak mengikat dg Brazil untuk penyediaan vahan baku kedelai, meski china juga termasuk peghasil kedelai terbesar di dunia.
Dengan nanoteknologi, china berhasil mengembangkan kain lembut berbahan arang bambu yg memiliki kemampuan menyerap keringat dan mengeringkannya segera.



Dengan nanoteknologi china berhasil membuat pakaian bayi paling lembut dari bahan kulit pisang. Cellulosa asetat dari pulp kayu menemukan bentuk viscose barunya yg lebih baik, pun bahan base polymer srperti linen nanofiber.

Tanpa pasar bebaspun China diramal akan menguasai 86% pasar textile dunia.

Sudahlah tidak usah banyak omong. Jermanpun sdh angkat bendera putih dalam persaingan textile dgn China. Asal tahu saja, tahun 2007 china baru bisa membuat electrospinning dan force spinning, selisih 4 bulan dengan buatan saya.

Mulyana Ahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar