Orca atau killer whale adalah paus pembunuh yang impressive. Kekutan, kecepatan dan daya serangnya mampu melumpuhkan hiu putih terbesar atau paus biru hanya dalam sekali gigitan. Bila diperlukan ikan seberat 5 ton ini mampu terbang sampai ketinggian 15 feet untuk mengejar mangsanya yg memiliki kecepatan tinggi.
Kalau Indonesia mengerti akan kekuatan sesungguhnya, maka sy umpamakan kekuatan indonesia di dunia maritime itu seperti ORCA. Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 95.181 Kilo meter persegi dan bila digabung dengan Zona Ekonomi Ekslusive akan mencapai luas 7,9 juta km persegi. Karakteristik ini menjadikan Lautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, memiliki 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang. Modal dasar yg cukup untuk membuat indonesia jaya di lautan. Sayangnya ORCA indonesia ini terlalu lama hidup ditempat sirkus. setiap hari berharap belas kasih ikan-ikan kecil dari instruktur sirkus. Ikan kecil inipun harus didapat dengan susah payah, harus melakukan gerakan atraktif dari sang instruktur. Dia tidak peduli dengan tepuk tangan para penonton, dia hanya berharap ikan-ikan kecil itu. Padahal kalau dia tahu dengan kekuatannya, sarapan ikan hiu, makan siang ikan paus dan makan malam ikan duyung akan sangat mudah didapatkan.
Untuk mengembalikan Orca Indonesia kembali menjadi Raja Lautan, maka Orca harus diberi kekuatan berupa teknologi dan nanoteknologi adalah kandidat terkuat.
Dalam kesempatan ini Sy akan coba terangkan produk Nanoteknologi tentang NANO ICE dan NANOBUBBLE
Tahun 2012 adalah pertama kali konsumsi daging ikan dunia mencapai 65 juta ton/tahun, mengalahkan konsumsi terhadap daging sapi yang mencapai 63 juta ton/tahun. Pada tahun yang sama pula pertamakalinya ikan hasil budidaya mengalahkan ikan hasil tangkapan alam. ini di norwegia menggunakan jaring apung untuk memilahara ikan salmon.
Nanobubble sebentar lagi akan merubah paradigma baru dalam budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Nanobubble memungkinkan untuk memilihara ikan laut berharga tinggi di daratan. Dengan teknologi ini, budidaya ikan laut tdk perlu lagi terkoneksi ke laut. Air laut tdk perlu disirkulasi tapi cukup ditambahkan dalam jumlah kecil mengganti kehilangan air karena penguapan. Nanobubble berbeda dengan fines bubble atau mikrobubble yg digunakan hari ini. Nanobubble bisa menyediakan kebutuhan oksigen terlarut maksimal dengan biaya yg jauh lebih rendah, Bila diffuser mikrobubble menghasilkan aerasi yg bertahan 30 detik maka nanobubble tertahan dan terlarut diair dalam waktu 4 jam. Nanobubble selain menyediakan kebutuhan oksigen ikan juga memiliki kemampuan memfloating pengotor air berupa bahan organik berupa kotoran ikan, sisa pakan dan hasil ekskresi lendir ikan. Seluruh pengotor air ini akan segera diapungkan kepermukaan dan langsung dibersihkan dgn scraver sehingga kualitas air tetap terjaga baik. (Catatan: oksigen terlarut yg terlalu tinggi tidak cocok untuk budidaya udang)
Nanobubble dalam bentuk lain (nanobubble xxx) bisa kita gunakan di kolam penampungan tangkapan kerang-kerangan laut. Di kolam in kubator ini nanobubble XX akan mengoksidasi logam berat, norovirus, cacing dan bakteri pathogen sekaligus memberihkan pengotor yg melekat pada kuli kerang dalam keadaan hidup. Warna hitam sebagai ciri adanya norovirus dalam daging kerang akan hilang dan berubah menjadi warna putih bersih atau warna asli kerang tanpa noda hitam. Kerang yg memiliki ukuran belum standar sy sarankan untuk terus dipelihara dengan nanobubble udara biasa. Pertumbuhan kerang akan 5 kali lebih cepat daripada hidup di alam. Dan tentu saja dagingnya akan lebih gemuk dan kulitnya kana lebih bersih. Pembesaran dilakukan sangat padat dalam keranjang isi penuh tersusu rapat tanpa sela. Jangan khawatir, dgn nanobubble tdk akan kekurangan oksigen.
NanoIce adalah paradigma baru dalam teknologi pasca panen hasil tangkapan laut. Kristal Ice terbentuk sangat halus (sepermilyar meter). NanoIce akan masuk kedalam jaringan daging ikan dengan mudah. Dalam pembekuan ikan biasa, air yg terkandung di dalam ikan akan membeku dan membentuk kristal Es. Ketika ikan di thawing maka akan terjadi water dripness . Jaringan daging ikan berubah teksturnya, hilangan ke elastisannya. Berbeda dengan nanoIce. Nanoice akan masuk ke dalam jaringan ikan dan tersebar merata di dalam daging. Ketika ikan didinginkan dengan blast freezer. keberadaan nanoice ini menyebabkan kadar air asli daging ikan tetap diposisinya dan membentuk kristal ice dalam orde nano. Ketika ikan ditwawing, tdk akan terjadi water dripness. Texture dan penampilan ikan sama persis ketika ikan baru ditangkap dari laut meskipun disimpan sangat lama.
NanoIce XXX
Advanced nanoIce berikutnya adalah nanoIce dengan kemampuan oksidasi, disinfeksi dan preservasi. NanoIce XX bekerja sama persis dgn NanoIce biasa tapi memliki 3 kemampuan dahsyat. Jangan harap anti histamin terbentuk, bakteri pembusuk akan mati. NanoIce XX tetap aktif didalam jaringan ikan dan dilepas sloe release ketika ikan nini digelar di meja pedagang ikan. Mutu ikan dijaga lebih lama, antihistamin penyebab allergi ditahan terbentuknya dan ini akan menjadi pilihan utama konsumen sushimi. Singkat kata, ikan asal indonesia awet lebih lama.
Cukup dengan 2 teknologi ini, indonesia akan mengambil peranan besar di dunia dengan Ikan beku, ikan segar, ikan asin berkualitas terbaik. Perralatan nanobubble dan nanoice bisa mobile karena ukurannya kecil, bisa dibawa di perahu atau kapal penangkap ikan nelayan. Langsung gunakan sesaat setelah ikan ditangkap.
Berharap ORCA Indonesia kembali ke samudra liar
Nenek moyangku orang pelaut
Anak cucuku jaya di laut
#Songsong AFTA 2015 dengan nanoteknologi
Mulyana Ahmad


Tidak ada komentar:
Posting Komentar